fbpx
  • Search
  • Lost Password?

Jadi Janda Kok Bangga?

Share this post

“Jadi janda kok bangga.”

Jadi Janda kok Bangga

Pertanyaan ini sebenarnya sering terdengar dibalut “hanya becanda” dari orang-orang yang salah menilai kami para pejuang keluarga.

Hari ini boleh ya, kami buka suara dan menjawab pertanyaan/sentiment bodoh yang sayangnya sering juga diucapkan oleh mereka yang satu gender dengan kami. Yes, kadang cibiran ini keluar dari sesama perempuan. How sad!

Kalau seorang perempuan memiliki KEBERANIAN untuk melepaskan mimpi-mimpinya untuk membangun rumah tangga selamanya karena ternyata pasangannya adalah seseorang yang kasar, menganiaya, melakukan kekerasan, maka perempuan itu berhak untuk BANGGA akan dirinya karena dia memilih untuk menyelamatkan hidupnya dan hidup anak-anaknya.

Kalau seorang perempuan memiliki KEBERANIAN untuk meninggalkan pasangan yang tidak bisa setia dan menghormati janji pernikahan mereka, maka perempuan itu berhak untuk BANGGA dengan dirinya karena dia memilih untuk menghargai dirinya sendiri.

Kalau seorang perempuan memiliki KEBERANIAN untuk meninggalkan pasangan yang manipulative, yang menganiayanya secara emosional dan membuatnya merasa tidak lagi berharga, maka perempuan itu berhak untuk BANGGA karena dia berani memutuskan rantai penganiayaan itu dan memilih kesehatan mentalnya.

Kalau seorang perempuan memilih untuk mencari kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri, melalui pekerjaannya, lewat komunitas di mana dia bernaung, maka perempuan itu berhak untuk BANGGA. People will always judge but they do not walk in our shoes! Orang lain tidak tahu bagaimana perjuangannya untuk sampai di titik bahagia itu. Dunia luar tidak tahu berapa banyak malam panjang yang dihabiskannya dengan menangis, bagaimana dia memulihkan hatinya yang hancur, bagaimana beratnya perjuangan sebagai orangtua tunggal tanpa bantuan mantan pasangan.

Kalau seorang Ibu Tunggal terlihat bahagia, maka coba lah untuk bahagia juga! Ibu yang bahagia akan membesarkan anak-anak yang juga bahagia. Lalu apa salahnya menjadi bahagia dan berbangga akan pencapaiannya sebagai Ibu Tunggal?

Untuk para wanita di luar sana yang merasa terancam dengan keberadaan Ibu Tunggal, kami punya pesan. Daripada nyinyirin kami dan mencurigai kami, kenapa tidak kita saling merayakan pencapaian masing-masing. Sesama wanita harusnya saling mendukung, bukan saling menjatuhkan.

Tahu kah di saat perempuan bersatu dan saling mendukung, maka semakin banyak hal-hal baik yang akan tercipta! Empowered women, empower women. Artinya perempuan yang berdaya juga akan memberdayakan perempuan lain. Sudah bukan jamannya perempuan saling sikut.

Setiap perempuan (setiap manusia sebenarnya) masing-masing punya jalannya masing-masing dalam hidup ini. Masing-masing dengan pembelajaran yang telah digariskan Semesta. Jadi ayo lah kita berhenti saling menghakimi, saling tuding dan berusaha untuk lebih berempati, lebih menerima perbedaan dan merayakan kemenangan sesama perempuan.

Untuk semua Ibu Tunggal di luar sana, jangan berkecil hati ya dengan omongan negative di luar sana. Bangga lah menjadi Ibu Tunggal karena kalian adalah pejuang keluarga, wanita tangguh yang inspiratif!

Time to celebrate each other, ladies!

Share this post
Written by
Maureen

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal dengan satu putra remaja 14 tahun. Maureen membentuk dan mengelola Single Moms Indonesia sejak tahun 2014. Ia ingin komunitas Single Moms Indonesia bisa menguatkan dan menginspirasi lebih banyak ibu tunggal untuk kembali berdaya dan berbahagia bersama anak-anak mereka.

View all articles
Leave a reply

6 comments
  • Aku adalah seseorang ibu yg berusia 17 tahun dengan anak satu berusia 8 bulan tetapi saya telah berpisah dengan anak dan suami saya karna hak asuh anak tidak di kasih sama suami sedih iya karna seharusnya usia seperti saya seharusnya masih bersekolah tetapi saya tidak merasa terpuruk karena dengan berpisah saya bisa kembali bersekolah dan pandai menjahit walau banyak cacian yang saya terimaa…

    • Hi Imelani, terima kasih sudah berbagi perjalanan hidup kamu yang saya yakin pasti nggak mudah ya. Butuh keberanian untuk bisa bercerita seperti ini, so be proud of yourself! Abaikan saja omongan juga cacian orang itu ya, fokus membangun masa depan lebih baik untuk diirmu dan anakmu. Saya turut mendoakan semoga kamu bisa bersatu kembali dengan anak tercinta suatu hari ini. Jangan patah semangat yah. Peluk erat dari kami di SMI.

  • Terima kasih untuk tulisannya Mb Maureen, untuk aku yang baru resmi jadi ibu tunggal tulisan Mb Maureen jadi penyemangat buat saya.
    yang akhir-akhir ini agak penuh tekanan dari lingkungan sekitar dengan status baru yang kusandang.
    banyak yang beranggapan keputusan saya untuk jadi ibu tunggal kurang tepat, bahkan sampai ada yang bilang iman saya tidak kuat karena mengingkari janji dihadapan Tuhan.
    Kehilangan pekerjaan karena status berubah saya hadapi dengan gagah, karena saya percaya inilah rencana Tuhan buat saya. Tuhan mau saya bahagia agar anak saya juga bahagia.
    Semoga semua ibu tunggal didunia ini dapat berbahagia 😊

  • Mewakili saya sangat tulisan mba ini 😍, bnyak yang bilng kebanggaan saya identik dengan stres.. Pdhl mereka gak tau arti “bangga” itu gimn..

Written by Maureen

Founder

Maureen

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal dengan satu putra remaja 14 tahun. Maureen membentuk dan mengelola Single Moms Indonesia sejak tahun 2014. Ia ingin komunitas Single Moms Indonesia bisa menguatkan dan menginspirasi lebih banyak ibu tunggal untuk kembali berdaya dan berbahagia bersama anak-anak mereka.

SMI Podcast

Supported & Recognized by