fbpx
  • Search
  • Lost Password?

Heal Yourself First

Share this post

Hari Jumat lalu saya dan Mimo (Admin Mom) Bresti menghadiri undangan dari Ruang Komunal di Year End Gathering. Setelah keseruan acara itu kami berdua yang khusus sudah mengkondisikan anak-anak kami untuk menginap dengan keluarga memutuskan untuk “Jumul” alias “Jumat Gaul”.

Sampai bela-belain ngejemput salah satu Mimos SMI yang masih di kantornya di bilangan Gatot Subroto setelah maksain Ibu Ketua Yayasan SMI untuk ikut padahal dia sebetulnya sudah mengarah pulang.

Oh ya, sedikit background story: ngumpulin Mimos ini perlu usaha ekstra karena mereka semua punya kesibukannya masing-masing belum lagi beberapa sedang tenggelam dengan kerjaan akhir tahun di kantor masing-masing. Tapi karena determinasi kami cukup kuat malam itu, berhasil kumpul 4 dari total 7 Admins SMI.

Karena waktu ngumpul ini susah terlaksana, kalau sudah ngumpul sejam dua jam sudah pasti nggak cukup. Setelah diusir secara halus dari coffee shop yang tutup jam 11 malam kami pindah lokasi.

Heal Yourself First

Akhirnya kami berakhir di satu tempat yang isinya mayoritas anak-anak muda  (disclaimer: kami juga muda kok, jiwanya!) Memang sudah kehendak Semesta kami harus ngumpul di tempat itu, malam itu.

Kami dipertemukan dengan sosok wanita muda, super riang, lucu dan heboh. Dia karyawan di sana. Sebut saja namanya Mawar. Obrolan yang dimulai dari becanda sambil dia menerima orderan kami pun bergulir Entah bagaimana sampai dia merasa perlu curhat dengan Mimos.

Setelah shift Mawar selesai, dia tidak langsung pulang tapi dia duduk bersama kami dan bercerita panjang lebar tentang kehidupannya yang ternyata dulunya adalah seorang single mom.

Mawar memiliki satu putra berusia 7 tahun dan baru saja menikah kembali 6 bulan yang lalu.

Dari awal, saat Mawar bercerita tentang kehidupannya yang sebelumnya bersama mantan suami, kami para Mimos yang sudah sangat terbiasa dicurhatin members dapat merasakan trauma juga energi marah Mawar.

Kami hanya saling pandang dan menarik napas sebelumnya. Ternyata kami semua mempicked-up feelings yang sama. Mawar masih menyimpan luka batin yang sangat dalam. Awalnya saya juga tidak banyak berkomentar dan lebih memilih untuk mendengarkan Mawar curcol habis-habisan.

Dari cerita Mawar tampak jelas terpampang nyata bagaimana di saat kita belum menyembuhkan luka batin juga trauma sisa masa lalu, kita akan berdarah dan membawa bagasi berat ke dalam hubungan yang baru.

Mawar mengaku, 2 hari sebelumnya dia menangis sendiri karena merasa hidupnya hampa. Tidak ada orang yang tahu tentang perasaannya, tidak suami barunya sekali pun – yang ternyata sudah sering bertanya kenapa Mawar tidak bisa berbagi feelings-nya.

Saya merinding mendengar cerita Mawar. Bukan karena kisahnya sebetulnya sudah sering Mimos temui di SMI tapi lebih karena “WOW, Semesta memang punya alasan kenapa kami bertemu dia malam itu.”

Akhirnya, Mimos memberikan banyak masukan juga pandangan kepada Mawar yang membuatnya berulang-ulang mengucap “Terima kasih Kak! Suami, sahabat bahkan keluargaku sendiri tidak tahu apa yang aku ceritakan ini…” Senang rasanya dapat sedikit membantu Mawar untuk mengenali indikasi trauma masa lalu yang masih menggelayut dalam langkahnya.

Matanya berkaca-kaca dan dia terus menggulung tissue di tangannya sambil berkata “Aku jadi pengen nangis Kak…” Yang sudah kenal Mimos pasti tau kan jawaban kami? “Silakan nangis kalau itu bisa bikin kamu lega. It’s okay to cry.

Setelah Mawar pulang, Mimos hanya bisa saling pandang dan terpana. Takjub dengan “kebetulan” itu. Coba bayangkan, kami jauh-jauh ke tempat yang kami semua belum pernah datangi lalu kemudian dipertemukan dengan Mawar. Kejadian ini bukan “kebetulan” belaka, kami percaya memang kami datang ke tempat yang tepat dan di saat yang tepat untuk sedikit membantu Mawar.

Semoga Mawar akan baik-baik saja. Itu doa kami.

Intinya, deal with your past wounds and trauma sebelum memasuki hubungan baru. Jika luka batin masa lalu juga trauma itu belum pulih, yang ada hubungan barumu malah bisa jadi berantakan.

Remember: If you don’t heal what hurts you, you will bleed on people who didn’t cut you.

Share this post
Written by
Maureen

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal dengan satu putra yang berusia 13 tahun. Maureen membentuk dan mengelola Single Moms Indonesia sejak tahun 2014. Ia ingin komunitas Single Moms Indonesia bisa menguatkan dan menginspirasi lebih banyak ibu tunggal untuk kembali berdaya dan berbahagia bersama anak-anak mereka.

View all articles
Leave a reply

Written by Maureen

Founder

Maureen

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal dengan satu putra yang berusia 13 tahun. Maureen membentuk dan mengelola Single Moms Indonesia sejak tahun 2014. Ia ingin komunitas Single Moms Indonesia bisa menguatkan dan menginspirasi lebih banyak ibu tunggal untuk kembali berdaya dan berbahagia bersama anak-anak mereka.

SMI Podcast

Supported & Recognized by

Facebook