Di bulan Agustus lalu kami bekerjasama dengan RISE Indonesia mengadakan event diskusi bersama dengan tema “Gadgets and Children: How to Use it Wisely?

RISE Indonesia & SMI

Bertempat di salah satu cabang RISE Indonesia dibilangan Jakarta Barat, tepatnya di Central Park Mall lantai 3, acara dipandu oleh Ibu Stella Lestari mewakili RISE Indonesia.

Seberapa sering kita sebagai Ibu apalagi Ibu tunggal mengandalkan gadgets untuk sedikit menghibur anak-anak supaya kita dapat menyelesaikan pekerjaan di rumah yang menumpuk atau sekedar supaya kita punya sedikit waktu untuk diri sendiri? We understand, Mamas! 

Mengingat RISE Indonesia sendiri menggunakan media teknologi dalam proses belajar mengajar yang disebut dengan Smart Board, yang terhubung secara langsung dengan komputer dan LCD dikemas dalam proses mengajar berbasis e-learning. Tentunya proses belajar ini menyenangkan untuk anak-anak.

Suasana Belajar di RISE

Fakta Penggunaan Gadgets di Kehidupan Anak-anak

Sebuah hasil survey di Amerika menunjukkan bahwa 60% anak-anak berusia di bawah 12 tahun menggunakan gadgets dengan tingkat intensitas sedang, sedangkan 38% menggunakan dengan intensitas sangat tinggi. Gadgets telah menjadi pilihan ‘mainan’ terfavorite untuk generasi muda.

Hasil Survey

Gadgets dan Anak – Potensi Masalah Kesehatan? 

  • Pada tahun 2014, Asosiasi Guru di Inggris melaporkan meningkatnya jumlah balita yang terganggu kemampuan motoriknya. Hal ini mempengaruhi kemampuan anak-anak dalam bermain maupun berusaha menulis walaupun anak-anak tersebut pandai menggunakan jari mereka dan memainkan gadgets. Penyebabnya? Kecanduan bermain tablet dan smartphones.
  • Faktor gaya hidup yang tidak banyak bergerak (lebih banyak duduk dan main game/gadgets) mengakibatkan masalah obesitas anak-anak.
  • Kecanduan gadgets dapat mempengaruhi waktu tidur anak-anak dan membuat mereka susah tidur.
  • Meningkatnya angka Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menurut data Centers for Disease Control and Prevention di Amerika dalam dua tahun terakhir ini berlipat ganda hingga 11 persen karena penggunaan gadgets.

Manfaat Penggunaan Gadgets?

Selain bahaya dari penggunaan gadgets yang mengancam, tidak bisa kita pungkiri bahwa ada juga manfaat baik dari penggunaan gadgets secara bijak.

  • Menambahkan educational values untuk anak-anak
  • Belajar dengan menggunakan mobile applications yang berwarna dan menarik lebih membuat anak tertarik
  • Memudahkan anak belajar mengenai warna, bentuk (shapes), mengeksplorasi musik, belajar mengenal kata, berhitung, dan lain sebagainya.
  • Anak-anak menjadi lebih pandai dalam mengikuti perkemangan teknologi

Diskusi berjalan sangat seru dan lively, di mana kami sebagai orang tua tunggal menyadari betul manfaat tapi juga bahaya yang ada dari penggunaan perangkat elektronik alias gadgets ini. Di satu sisi, kita tidak bisa memungkiri bahwa sekarang adalah era teknologi yang berkembang sangat pesat. Generasi anak-anak kami sudah sangat terbiasa dengan penggunaan gadgets.

Dibalik bahaya atau risk dari penggunaan gadgets yang berlebihan hingga perihal safety atau keselamatan anak di dalam dunia maya, tidak bisa dipungkiri juga bahwa banyak manfaat yang dapat dipetik dari penggunaan teknologi. Berikut ini kesimpulan yang kami tarik dari diskusi seru bersama RISE Indonesia:

1. Gunakan parental controls yang ada pada gadgets yang digunakan anak. Jika tidak gunakan aplikasi tambahan yang dapat memblokir konten-konten yang tidak sesuai dengan usia anak. Jelaskan juga kepada anak bahwa mereka harus terlebih dahulu meminta ijin kita sebelum menginstall sebuah game atau aplikasi sehingga terjadi komunikasi dua arah dan kita dapat menjelaskan kepada anak apakah aplikasi tersebut sesuai dengan usia mereka atau tidak. Ada beberapa aplikasi gratis yang dapat diunduh orang tua untuk membatasi agar anak-anak tidak mengunduh tanpa persetujuan terlebih dahulu juga membatasi konten yang dapat mereka buka.

2. Tidak dipungkiri kita pun sebagai orangtua terkadang sudah sangat tergantung dengan gadgets kita. Ciptakan peraturan soal penggunaan gadgets di rumah. Misalnya: saat makan bersama (breakfast, lunch, dinner) gadgets harus disimpan sehingga kita menciptakan atmosfir kebersamaan dengan anak. Gunakan waktu tersebut untuk benar-benar being present, jadikan momen tersebut sebagai saat untuk bercerita, berbagi dengan anak sebagai tradisi keluarga.

3. Mengikuti perkembangan teknologi perihal aplikasi atau website yang sering digunakan oleh anak. Agar kita dapat membimbing dan menuntun anak untuk menggunakan teknologi dengan bijak maka kita sebagai orangtua juga perlu mengetahui perkembangan teknologi terkini. Anak-anak membutuhkan bimbingan kita ditengah pesatnya arus komunikasi juga dalam berinternet. Kenalkan kepada mereka sejak dini mengenai sopan-santun juga etika dalam dunia maya. Tanamkan sejak dini hal-hal apa yang tidak boleh mereka bagikan seperti alamat, nomor telefon, foto-foto pribadi dan lain sebagainya

4. Jangan meletakkan TV atau komputer di kamar anak

5. Ciptakan peraturan yang jelas, reasonable tapi tegas perihal penggunaan handphone, internet dan media sosial dengan anak.

Pada dasarnya, jika digunakan secara baik dan balanced, gadgets dan teknologi ini dapat membantu tumbuh kembang anak-anak. Kuncinya adalah balanced, karena hal apa pun yang sifatnya berlebihan pasti tidaklah sehat.

Selama acara diskusi berlangsung pihak RISE Indonesia menyulap salah satu kelas mereka menjadi bioskop untuk

Terima kasih kepada tim RISE Indonesia untuk diskusi menarik dan bermanfaat ini. Sebagai ibu tunggal, kami merasa sangat terbantu dengan tambahan informasi yang telah dibagikan.

SMI & RISE Indonesia

The following two tabs change content below.
Founder SMI, blogger sejak tahun 2004, ibu satu anak, drink way too much coffee, hobi jalan-jalan dan foto-foto.

Latest posts by Maureen (see all)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *