• Search
  • Lost Password?
Kontemplasi 6 tahun SMI

6 Tahun Single Moms Indonesia

6 Tahun Single Moms Indonesia

Selamat Ulang Tahun Single Moms Indonesia.

Kontemplasi 6 tahun SMIKontemplasi 6 Tahun

Genap ‘berumur’ 6 tahun di tanggal 8 September 2020, baru sekarang saya sempat duduk dalam hening, berkontemplasi, mereview perjalanan komunitas dari awal pertama kali berdiri hingga hari ini.

Mungkin kalau ada orang yang dulu meramalkan “Suatu saat nanti kamu akan memimpin komunitas beranggotakan lebih dari 3,000 Ibu Tunggal” saya pasti nggak bakalan percaya. Pasti saya akan tertawa dan menganggap ah, nggak mungkin.

Tapi hari ini, itu lah yang terjadi. Di saat mengetik tulisan ini SMI sudah beranggotakan 3,752 Ibu Tunggal yang tersebar di seluruh Indonesia, beberapa bahkan ada yang berdomisili di luar negeri.

Kilas Balik

Mungkin saya belum pernah secara langsung menuliskan awal berdirinya SMI walaupun di beberapa kesempatan wawancara dengan media sudah saya sebutkan.

Berawal dari kerinduan saya pribadi untuk punya support group – yang bibitnya sudah ada di hati sejak 11 tahun lalu sebelum saya resmi bercerai – saya ‘nekat’ membuat SMI setelah menghadiri peluncuran buku “The Single Moms” yang diadakan Mommies Daily waktu itu di bulan Mei 2012. Di situ lah saya berkenalan dengan banyak single moms lainnya. Event launching buku itu sangat berkesan tapi butuh waktu bagi saya untuk ‘siap’ untuk menjalankan kenekatan itu karena di tahun 2012 itu tahun di mana saya sendiri masih berkutat dengan proses self-healing.

Tapi event itu sangat penting buat SMI karena benar-benar kerinduan yang awalnya muncul sebelum saya bercerai jadi semakin kenceng. Jadi semakin pengen punya rumah aman nyaman untuk single moms bisa saling berbagi dan menguatkan.

8 September 2014, saya pertama kali mulai dengan bikin Facebook Group lalu mengundang teman-teman single moms lain yang kenalan di event launching buku itu. Mereka juga mengundang teman-teman lain. Itu lah awalnya SMI.

Tanpa punya latar belakang berkomunitas semua berjalan ya begitu saja berawal dari satu niat untuk punya safe space di mana Ibu Tunggal tidak dihakimi, bisa saling menguatkan dan saling merangkul. Sesederhana itu awal berdirinya SMI.

Dengan berjalannya waktu, tahun 2016 baru lah SMI rutin melakukan kegiatan offline, mulai dari nobar (nonton bareng), sharing sessions sampai kami mulai bekerjasama dengan pakar-pakar ahli di bidangnya untuk mengadakan workshops/seminar. Sejak 2016 juga, minimal sebulan sekali kami melakukan pertemuan itu.

Secara organisasi kami juga ‘bebenah’ dalam arti mulai merapihkan segala urusan administratif yang ada. Kami mulai bergerak sebagai tim. Banyak yang tidak tahu betapa sulitnya proses ini sendiri. Menggabungkan banyak kepribadian untuk kepentingan bersama itu tidak mudah. Banyak sekali proses pembelajaran untuk saya pribadi dalam hal team building dan people management ini.

Bersyukur dari awal berdiri SMI dikelilingi oleh orang-orang baik. Walau pun ternyata selama 6 tahun perjalanan ini ya, tetap ada orang-orang yang berniat tidak baik, yang berusaha memanfaatkan, mencari keuntungan pribadi dari komunitas yang susah payah kami rawat, jaga dan besarkan. Tapi itu lah resiko berorganisasi dan berkomunitas. We never know agenda orang-orang tersebut tapi kami tetap berusaha berpegang pada ‘positive intentions’ (niat positif). Waktu juga lah yang menunjukkan, mempererat kebersamaan dalam mengembangkan SMI.

Sejujurnya people management ini bikin saya banyak ‘berdarah-darah’ di balik layar. Mulai dari dikhianati pengurus, digosipin macam-macam. Been there, done that! Semua Community Builder atau Founder komunitas yang saya temui juga pernah mengalami hal yang sama kok. Ini jadi pembelajaran terus dan terus untuk saya pribadi.

Apa pun yang kami hadapi sebagai komunitas, pesan saya kepada pengurus SMI selalu sama…kita berpegang pada visi dan misi kita. Itu saja.

Di tengah macam-macam ujian yang sudah kami hadapi selama 6 tahun ini, saya bersyukur banget karena doa saya dijawab Tuhan. Saya selalu berdoa semoga SMI dikelilingi dan dipertemukan dengan orang-orang baik yang bisa mendukung visi misi kami dalam pemberdayaan Ibu Tunggal.

Doa itu terjawab di tahun 2018 saat usia SMI belum genap 4 tahun dan anggota kami masih 700an orang.

SMI Goes International

SMI terpilih menjadi satu dari 115 komunitas dari 45 negara (46 termasuk Indonesia) dan terpilih dari lebih 6,000 komunitas yang mendaftar, SMI dianggap patut untuk didukung Facebook dalam Facebook Community Leadership Program. Dari Indonesia hanya ada dua komunitas yang terpilih dan keduanya adalah komunitas perempuan. Bersanding dengan komunitas sebesar dan sekeren Ibu Profesional saja saya sudah merinding, apalagi kami diajak go international mewakili Indonesia.

SMI yang waktu itu adalah salah satu komunitas paling kecil dibanding komunitas lainnya yang anggotanya kebanyakan sudah ratusan ribu hingga jutaan orang, saya sejujurnya sempat minder. Ada imposter syndrome yang hinggap karena saya merasa aduh, siapa lah saya ini. Saya hanya seorang single mom yang sangat peduli tentang pemberdayaan ibu tunggal.

Tapi tim Facebook yang dibekali banyak sekali ahli-ahli profesional juga teman-teman saya sesama Fellows, para Community Builder dan Leader itu sangat suportif. Bukan hanya ilmu yang saya terima tapi banyak sekali penguatan secara emosional. Saya banyak belajar dari mereka yang pastinya lebih ahli dari saya. Di program ini lah saya akhirnya merasa saya sudah menemukan purpose hidup saya.

Padahal sebelum terpilih, saya sempat ingin menyerah. Saya sempat mengeluh ke sahabat saya kalau saya lelah, saya mau melepaskan SMI karena saya merasa kehilangan arah, capek dan tidak punya support system yang cukup. Sungguh Semesta dan Tuhan memang punya rencana luar biasa ya?

Mana pernah saya mimpi bisa menjejakkan kaki di kantor pusat Facebook di Silicon Valley, Amerika (bukan sekali tapi sampai 2 kali)? Mana pernah saya mimpi bisa selfie bareng Sheryl Sandberg dan beliau membisikkan “Terima kasih untuk apa yang kamu lakukan bagi Ibu Tunggal di Indonesia”. Itu momen paling tak terlupakan buat saya pribadi. Seorang Sheryl Sandberg tau apa yang saya lakukan bersama teman-teman di SMI.

Sheryl Sandberg & Maureen

Pastinya setelah selfie itu saya langsung mewek dan mencari teman lain untuk saya peluk karena saya butuh diyakinkan bahwa hal itu bukan mimpi hahaha. Yes, saya emang mewekan kok bisa ditanya ke anggota SMI yang kenal saya.

Selama setahun masa pelatihan bersama Facebook di tahun 2018 – 2019, saya banyak sekali menerima ilmu berharga tentang bagaimana pengelolaan, pengembangan komunitas yang baik. Network SMI pun kini bisa dibilang worldwide. Mulai dari ‘sister community’ yang adalah komunitas Ibu Tunggal di Mesir sampai komunitas Ibu Profesional yang sekarang menjadi seperti ‘kakak’ untuk SMI dan kami sedang menjalankan program kerjasama untuk membantu anggota SMI berjudul “Ekspedisi Summit Attack”. Doa saya terjawab, SMI dikelilingi banyak orang-orang baik.

Pengalaman menjadi salah satu peserta Facebook Community Leadership Program ini yang sering saya mentioned ke teman-teman di SMI untuk menyemangati. Kalau brand sebesar Facebook saja percaya dengan potensi kita, masak kita nggak percaya diri?

Sumber Video: Facebook

Berkat program ini juga Yayasan Ibu Tunggal Indonesia resmi berdiri tahun lalu. Memang program kami banyak sekali yang tertunda saat ini karena pendemi tapi setidaknya, kami sudah memiliki payung hukum sebagai Yayasan.

Semua tentunya bukan hasil kerja keras saya sendiri. SMI sangat berterima kasih kepada semua pengurus, Mimos, para pakar mulai dari Psikolog, Life Coach, dll yang selalu siap mendukung program-program SMI, semua volunteers juga anggota yang bersama-sama membesarkan SMI. Mulai dari hal sesederhana teman-teman anggota saling mendukung, saling menguatkan.

Jujur, kadang saya terpana dan terharu melihat bagaimana sesama anggota SMI bisa saling menguatkan, saling merangkul dan menerima satu-sama lain. Apa pun latar belakangnya. Ada perasaan bangga di dada saya menyaksikan hal ini berbalut rasa syukur yang tidak habis-habisnya.

Terima kasih untuk kebersamaan kita selama 6 tahun ini, sahabat.

Perjalanan masih panjang. Masih banyak hal-hal yang ingin kami lakukan untuk semakin memberdayakan Ibu Tunggal di mana pun berada.

Bersama kita bisa bangkit dan maju. Yuk, semangat melangkah ke depan bersama SMI.

Written by
Maureen

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal dengan satu putra yang berusia 13 tahun. Maureen membentuk dan mengelola Single Moms Indonesia sejak tahun 2014. Ia ingin komunitas Single Moms Indonesia bisa menguatkan dan menginspirasi lebih banyak ibu tunggal untuk kembali berdaya dan berbahagia bersama anak-anak mereka.

View all articles
Leave a reply

Invalid OAuth access token.
Written by Maureen

Instagram

Invalid OAuth access token.

SMI Podcast