fbpx
  • Search
  • Lost Password?

5 Tips untuk Ikhlas Ketika Maut Memisahkan

Share this post

5 Tips untuk Ikhlas Ketika Maut Memisahkan

Tanggal 14 November 2020 yang lalu kami mengadakan Sharing Session khusus untuk Anggota SMI yang dipisahkan oleh maut dengan pasangan hidupnya.

Kami sadar betul kami perlu merangkul anggota SMI yang berada di posisi ini. Sebelum memulai event, kami para Mimos (Admin Moms) sudah menyiapkan hati bahwa sesi kali ini pasti akan sangat emosional.

Bersyukur sekali sesi perdana ini didukung oleh salah satu Volunteer SMI, Kak Jentina Pakpahan yang berbagi pengalaman pribadi mendampingi mendiang suami, mulai dari merawat, berjuang dengan diagnosis, dengan Rumah Sakit, menerima kenyataan bahwa pasangan hidup harus berpulang duluan sampai bagaimana Kak Jentin memutuskan untuk bangkit sampai menemukan purpose (tujuan) hidupnya.

Sesi ini sangat menguatkan walau pun perasaan haru tidak dapat kami tahan. Kami menangis bersama, memeluk satu sama lain walau pun melalui chat box di Zoom tapi energi saling mendukung terasa sangat pekat malam itu.

Kak Jentina membagikan 5 Tips untuk Ikhlas Ketika Maut Memisahkan dan kami harap tips ini juga dapat menguatkan semua Ibu Tunggal yang sedang berjuang untuk ikhlas. Kami mengerti proses ini tidak mudah, tapi kami berharap dapat sedikit menguatkan ya Moms.

  1. Jangan Perberat Diri Sendiri, Karena Tidak Ada Cara yang Tepat Dalam Berduka

Proses duka cita itu sangatlah personal sifatnya. Jangan terlalu keras dengan diri sendiri. Bersabarlah jika rasa duka itu hadir. Cara paling tepat adalah bersahabat dengan kedukaan itu sendiri.

2. Rawat Kesehatan Fisik Diri Sendiri

Dalam kondisi duka, sangat lah mudah untuk mengabaikan kesehatan fisik diri kita sendiri. Tapi usahakan untuk tetap menjaga kesehatan ya Moms. Apalagi ada anak-anak yang butuh kita dampingi dalam mencerna perasaan duka mereka juga.

3. Cari Bantuan Profesional Jika Dibutuhkan

Jika memang dibutuhkan, jangan sungkan untuk mencari bantuan tenaga professional dari Psikolog, Psikiater atau bahkan pemuka agama yang dapat membantu.

4. Menyesuaikan Diri Sebagai Single Mom

Menyandang status baru sebagai single mom di Indonesia memang tidak mudah ya Moms, kita semua mengerti tapi tetap lah semangat. Jangan biarkan omongan miring orang atau stigma negative menguras energi kita.

5. Merasakan Duka yang Mendalam Itu Wajar, Dirasakan Saja

Sama seperti poin no 1, proses berduka itu sangatlah pribadi. Tidak ada pakem baku yang wajib kita ikuti. Berdukalah sebagaimana rasa itu ada. Cara paling tepat adalah mencoba untuk menerima kedukaan itu seberapa lama pun waktu yang dibutuhkan.

Semoga 5 Tips ini dapat membantu ya. Terima kasih banyak untuk Kak Jentina Pakpahan atas dukungannya dan kisah inspirasi perjalanan hidupnya yang sangat menguatkan kami semua.

Share this post
Written by
Maureen

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal dengan satu putra remaja 14 tahun. Maureen membentuk dan mengelola Single Moms Indonesia sejak tahun 2014. Ia ingin komunitas Single Moms Indonesia bisa menguatkan dan menginspirasi lebih banyak ibu tunggal untuk kembali berdaya dan berbahagia bersama anak-anak mereka.

View all articles
Leave a reply

1 comment
  • Bagus sekali supportx, alhamdulillah sy sdh bisa berdamai dgn keadaan, ada anak2 yg jdi penyemangat hidup. Semangat buat para single moms, buktikan bahwa bahagia tidak harus bersama pasangan😊

Written by Maureen

Founder

Maureen

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal dengan satu putra remaja 14 tahun. Maureen membentuk dan mengelola Single Moms Indonesia sejak tahun 2014. Ia ingin komunitas Single Moms Indonesia bisa menguatkan dan menginspirasi lebih banyak ibu tunggal untuk kembali berdaya dan berbahagia bersama anak-anak mereka.

SMI Podcast

Supported & Recognized by